Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
27 Aug 2024 2,405 pembaca ADMIN Kresek

Upaya Sanggar Seni Putra Kemuning Untuk Melestarikan Kesenian Angklung Gubrak Dari Desa Tonjong, Kec. Kresek, Kab. Tangerang

https://bantennet.com/angklung-gubrag-ramaikan-festival-seni-tradisional/

https://budaya-indonesia.org/Kesenian-Angklung-Gubrag

Salah satu kesenian tradisional yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia adalah Angklung. Angklung adalah alat musik yang terbuat dari bambu dan berasal dari wilayah Jawa Barat dan Banten. Menurut Soepandi (Hudaepah & Murwaningrum, 2020) terdapat lima jenis kesenian Angklung yang tersebar pada masyarakat Sunda: Angklung Baduy, Angklung Gubrag, Angklung Buncis, Angklung Dog-dog Lojor, dan Angklung Badeng. Masing-masing kesenian Angklung ini memiliki keunikan dan ciri khasnya sendiri.

Angklung Gubrag, sebagai salah satu jenis kesenian angklung, tumbuh dan berkembang dikampung Tonjong, Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang (PPID Desa Kemuning; Hudaepah & Murwaningrum, 2020). Kesenian tersebut diwariskan oleh para leluhur secara turun temurun sebagai bagian dari hasil adat istiadat masyarakat dari etnis Sunda. Pada awal sejarahnya, kesenian ini hanya tampil di upacara ritual ­panen padi dan nujuh bulan sebagai media berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Dalam ritual upacara panen padi, kesenian angklung gebrak digunakan untuk menyampaikan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas hasil panen yang diperoleh. Sedangkan dalam upacara nujuh bulan yang diadakan pada bulan ke-tujuh kehamilan seorang calon ibu, kesenian ini digunakan sebagai media untuk memohon kemudahan dan kelancaran dalam persalinan sang calon bayi.

Kelompok Sanggar Seni Putra Kemuning (SSPK) berupaya menjaga keberadaan Angklung Gubrak di desa Kemuning sejak tahun 1970 hingga saat ini (PPID Desa Kemuning; Hudaepah & Murwaningrum, 2020). Hudaepah & Murwaningrum (2020) mengungkapkan bahwa tuntutan untuk menjaga eksistensi kesenian angklung gubrak sebagai warisan leluhur, memelihara sumber ekonomi para seniman pendukungnya, serta keinginan masyarakat untuk tetap bisa menikmati kesenian ini telah memotivasi kelompok Sanggar Seni Putra Kemuning (SSPK) untuk mengupayakan berbagai inovasi demi melestarikan kesenian angklung gubrak ini.

Inovasi yang dilakukan oleh SSPK untuk mengawal eksistensi kesenian angklung gubrak patut diacungi jempol. Bentuk inovasi tersebut mencakup: (1) mengubah bentuk pertunjukan dari ritual ke hiburan, (2) menguatkan peran SSPK sebagai organizer pertunjukan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah maupun masyarakat setempat; (3) menambahkan jenis alat musik yang digunakan untuk mendukung peran sebagai sarana hiburan masyarakat; (4) menambahkan masing-masing dua orang seniman penari dan pesilat dalam anggota tim untuk meningkatkan daya tarik hiburan bagi masyarakat; dan (5) menyediakan jasa hiburan angklung gubrak untuk mengisi berbagai acara yang digelar oleh masyarakat perorangan maupun kelompok dengan tarif yang sesuai (Hudaepah & Murwaningrum, 2020).

Daftar Pustaka

  1. Hudaepah, H., & Murwaningrum, D. (2020). Inovasi Angklung Gubrag di Desa Kemuning Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang. Jurnal Panggung Seni Budaya 30 4 2020, 465-482. http://dx.doi.org/10.26742/panggung.v30i4.1366
  2. PPID Desa Kemuning. (2021, April 21). Angklung Gubrag. https://kemuning-kresek.desa.id/berita/detail/potensi-dan-produk-desa/angklung-gubrag

 

Penulis: Muhamad Fatullah, MA Islamiyah Kemuning, Sabtu, 22 Juni 2024

Editor: ST

 

Nomor: PR/06/VIII/Kec.Krs/2024

 






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.